Postingan

Puisi-Puisi Cinta Bagian 1

SAAT Oleh : Sanita Nurvia Saat kata-kata kutarik kembali Saat mata tidak memandang lagi Saat adaku kau tiadakan lagi Saat itulah aku mulai merasa... Saat jumpa tidak membahagiakan lagi Saat tawa terdengar biasa saja Saat tangis menjadi sia-sia Saat itu pun aku sangat merasa... Saat bicara tidak didengar lagi Saat nasehat mengundang emosi Saat berulang kali aku mencoba tapi kau hiraukan Saat itu aku sungguh merasa... Bahwa hidup sedang berbalik arah... Hujan tidak pernah datang dengan gemericiknya Panas tidak muncul lagi dengan teriknya Senja tidak lagi menampakkan pesonanya Dan saat itu aku benar-benar merasa... Kau sudah berjalan ke lain arah 4 April 2020

Puisi-puisi Pengantar Jiwa Bagian 1

Suruhan Malaikat Izrail Oleh : Sanita Nurvia Sepagi ini, datang bergulir kabar-kabar orang sakit Seperti rintik hujan yang terus membasahi tanah Dan membuat pemandangan menggemaskan Tentang virus yang menggemparkan banyak orang Tentang kematian yang membuat ketakutan Dari kota ke kota, pulau ke pulau, bahkan negara ke negara Wahai yang tidak berwujud tapi membuat resah... Wajahmu seperti apa kami tidak tahu Wujudmu juga tidak pernah tampak Kau seperti suruhan malaikat Izrail yang datang berbondong-bondong dan menodong kepanikan Untuk mengingatkan kami, Bahwa kami sudah terlampau jauh tersesat dari jalan-Nya Bahwa kami sering lupa jika masih ada Dia yang selalu menemani kami di setiap nafas Dan bahwa sebaik-baik obat itu selalu bersama-Nya Wahai Sang Pencipta Segala Penyakit... Kau pasti mendatangkan kesembuhan Dari arah yang tidak disangka-sangka Kau pasti musnahkan penyakit Tanpa kami menyadarinya Maka, Jangan goyahkan keyakinan kami karena makhlukmu yang...

Doa dalam Puisi menyentuh hati

Doa Yang Tidak Tahu Malu Oleh: Sanita Nurvia Aku memuji-Mu dari segala penjuru, dari mata yang tak bisa menatap, dari hati yang tak mampu merasakan. Aku memanggil-Mu dari semua arah, dengan suara yang tak sanggup didengar, dengan bahasa yang tak pernah terucap. Aku mengharap-Mu melalui tetes-tetes air yang jatuh berhamburan, melalui sepoi angin yang bertabrakan. Aku menemui-Mu lewat doa yang riuh memaksa tanpa tahu malu, lewat keresahan yang tiada pernah berujung. Maka, ampunilah aku... Yang datang saat mendesak, Dan menghilang saat bahagia. Yang berlari saat sedih, Dan berpaling saat senang. 31 Maret 2020

Syair Nizam Ganjavi kutipan buku Iskandar Nameh

Kata-kata indah dari syair Nizam ganjavi Saat musibah menyapa, usah kau putus asa dan sedih Karena, pada langit yang gelap terkandung air yang jernih Saat mencari solusi, usah kau tutup pintu harapanmu Karena, dalam pahitnya hidup, ada keberuntunganmu Saat setiap tarikan nafasmu mencari harapan maka, disitulah Tuhan datang memberimu harapan