KISAH BAPAK ANAK DUA
"Manusia hidup di dunia di tuntut untuk bisa menghormati dan memuliakan orang lain, diri sendiri, dan yang lebih utama kepada kedua orang Tua dan Guru".
Pada kesempatan kali ini ruang memori akan berbagi kisah hidup seorang bapak ber anak dua"
Di ceritakan bahwa bapak ber anak dua itu sedang mencari nafkah untuk diri dan Istri beserta kedua anaknya yang jauh di sebrang pulau, bapak ber anak dua itu bekerja sebagai tukang fiberglass membuat filter limbah westavel, pengolahan limbah kotoran apartemen, pengolahan limbah kotoran hotel, pengolahan limbah medis rumah sakit atau membuat penampungan air bersih.
Dengan setiap hari terkadang bekerja sampai malam demi untuk mencari nafkah untuk bisa membahagiakan istri dan kedua anaknya.
Pada suatu ketika bapak anak dua itu kerja terus tanpa libur tidak memperhatikan keadaan nadanya yang penting kerja - kerja dan kerja, dan yang di dapat hanyalah capek, badan pegal-pegal, kepala pusing dan kanker / kantong kering.
Yaa begitulah kesehariannya bapak anak dua itu, orangnya bukan pemalas
Namun karena bapak anak dua sibuk dengan pekerjaan, sibuk dengan urusan dunia
terkadang lupa dengan memuliakan dan menghormati diri sendiri, bahwa bapak anak dua butuh perhatian, Tubuhnya butuh istirahat, pikiran nya butuh rilex, dan ruhnya butuh di nafkahi dengan ibadah solat, butuh di zakati dan butuh menyerap sari alqur'an dengan bertadarus.
Pada suatu ketika bapak anak dua berjanji akan meng istirahatkan badanya besok libur bekerja untuk membuat badan yang pegal supaya sembuh dan bisa tenang karna di hari pertama puasa bulan ramadhan.
Akan tetapi bapak anak dua lupa dengan janjinya kepada badan sediri, ke esokan harinya bapak anak dua trus berangkat kerja seperti biasa, memulai kerja dengan menyebut nama Allah sang pencipta alam semesta dan isinya.
Mulailah bekerja bapak anak dua itu bersama temannya seperti biasa membuat filter limbah kotoran, karena temanya kesulitan dalam membuatnya sendiri, maka bapak anak dua membantu temanya yang kesulitan.
Akan tetapi si bapak anak dua malah tangannya terjepit sampai tidak bisa ngeluarin sendiri sampai minta bantuan teman yang lain, dan akhirnya bisa di selamatkanlah tangan si bapak anak dua.
Dan setelah kejadian itu bapak anak dua barulah sadar bahwa bapak anak dua punya janji pada badan sendiri ingin meng istirahatkan badanya.
Lalu bapak anak dua minta ijin untuk istirahat tidak meneruskan pekerjaannya."
Sekian dulu trimakasih buat teman" semua yang setia membaca cerita ini dan jangan lupa tulis di kolom komentar apa pendapat teman" semua tentang si Bapak anak dua.
Berjanji pada diri sendiri juga adalah tanggung jawab besar
BalasHapusSemangat terus sayang🥹🫶
BalasHapus